Dengan internet, online-daring, dunia berubah drastis sekaligus dramatis. Apa yang dahulu tidak mungkin, kini menjadi mungkin. Apa yang dulu tidak bisa, kini mudah saja.

Demikian juga dengan dunia marketing. Properti terutama.

Bila dulu, marketer hanya memanfaatkan channel offline untuk berjualan properti: pasang iklan di koran, sebar brosur dan kopi darat (silaturahmi).

Dengan internet, perlahan itu semua berubah, kalo boleh dikatakan segera berakhir…

pengguna-internet-indonesia-2016
Silakan dicermati data pengguna internet Indonesia, 2016

Era offline kini bergeser. Kini marketing apa pun tidak perlu bertatap muka dengan (calon) konsumen. Kini cukup jari ketemu jari, lewat laptop atau lewat hp.

Marketplace terbesar di Indonesia OLX. Sosial media terbesar di dunia Facebook. Tempat jual beli properti, Urbanindo. Dan kini, situs jual beli properti online, Rumah3.com, memudahkan itu semua. Dunia di ujung jari anda. Jualan tinggal klak-klik.

Tidak sepenuhnya memang…

Pada tahap eksekusi atau survei lokasi setidaknya para broker, marketer, dsb tetap harus turun ke lokasi.

Itupun tidak seratus persen… kadang developer langsung turun tangan saat survei, kala melihat besarnya gelagat closing.

Deal, akad, terima fee. Makan-makan… untuk sebulan. Bahkan setahun. Alhamdulillah.

Tentunya tidak mudah untuk sampai proses deal-akad.

Yang paling utama dan terutama adalah proses promonya yang perlu diperhatikan.

Dalam proses promosi online, konten jualan menjadi daya pikat pertama pembeli untuk menjajaki tahap berikutnya.

Inilah yang akan kita bahas kini.

Dari pengalaman selama ini. Sedikitnya ada tiga kesalahan, bisa juga lebih dari itu, yang sering dilakukan oleh marketer-broker dalam memasarkan properti. Berikut rincian kesalahan sekaligus tips mengatasinya:

1. Tidak memberi solusi

Tentu anda sering melihat iklan seperti di bawah ini:

iklan properti
contoh iklan jualan di grup Facebook

Dulu, kalimat iklan di atas sah-sah saja.

Tapi sekarang, di saat semua developer menggenjot aktifitas pemasaran via online. Tentu pemasar freelance atau marketer online dituntut berimajinasi kreatif. Berpikir cerdas untuk keluar dari kerumunan copywriting iklan rumah yang senada.

Maksudnya?

Ya, kalo yang anda jual rumah yang pemiliknya butuh uang. Atau dijual di bawah harga pasar. Tentu kalimat seadanya pun bisa closing. Butuh uang atau jual cepat, sudah menjadi daya pikat.

Tapi bila anda menjual rumah di lokasi sejuta umat dengan tipe dan desain yang pasaran. Tentu diperlukan lebih dalam keterampilan mengolah kata.

Jadi…

Ketimbang anda menulis speknya utuh.

Pilihan kata berikut mungkin lebih baik.

  • Ketimbang menulis spek apa adanya, lebih baik anda jelaskan keunggulan rangka baja untuk atap, kelebihan besi 10 buat pengembangan rumah ke depannya, kelebihan desain anda dibanding desain rumah lainnya.
  • Ketimbang menulis lokasi tok, lebih baik anda tambahkan value lainnya. Termasuk kawasan sedang berkembang (sunrise) bukan kawasan akan mati (sunset)… kawasan berkembang dengan harga yang masih murah.
  • Jelaskan dan tuliskan pusat pemerintahan, pendidikan dan bisnis yang ada di sekitar perumahan anda.
  • Tonjolkan kelebihan, permudah konsumen untuk menyelami (dreaming) kelebihan rumah yg anda jual.
  • Dan sebagainya, dan sebagainya…

2. Belum bisa meyakinkan konsumen

Bila ada dua pilihan iklan yang sama:

Yang pertama, iklan penawaran rumah tanpa ada foto, alamat dan no. Hp.

Yang kedua, iklan penawaran yang sama, lengkap dengan foto rumah, alamat kantor dan no yg bisa dikontak. Sekarang, malah lebih wah bila ditambah video pula.

Manakah yang anda pilih?

Tentu jawabannya mudah. Dan tidak perlu dijawab.

Nomor dua tentu. Ah, saya bilang tidak usah dijawab.

Seperti halnya di era maraknya broker properti dulu (lagi-lagi tempo doeloe), penampilan menjadi salah satu hal yang butuh perhatian.

Untuk meyakinkan konsumen. Untuk memberikan kesan pertama yang begitu menggoda. Demikian bunyi iklan.

Bahkan saking latahnya dengan penampilan. Akhirnya berjualan produk apapun, tidak lengkap tanpa jas dan dasi. Datang mengetuk pintu demi pintu dengan membawa sabun atau alat masak. Walah.

Demikian juga dengan penawaran iklan properti.

Setelah anda mencantumkan secara lengkap properti yang akan anda jual. Anda butuh meyakinkan konsumen dengan kemampuan anda menguasai obyek yang akan dijual.

  • Mengapa anda menjual tipe 45?
  • Mengapa harga rumah anda sekian?
  • Mengapa spesifikasinya seperti itu?
  • Dan mengapa lainnya?

Anda tidak hanya penjual, tapi anda memiliki kacamata seorang developer, meski tidak terlalu expert.

Makin mudah anda menjawab semua pertanyaan, makin mudah anda menggali solusi akan kebutuhan konsumen. Maka selangkah lagi anda akan mendapat tanda tangan konsumen.

Ingat, rebut dulu kepercayaan konsumen.



3. Tidak mengetahui target pasar

Anda tentu tak pernah membeli ikan di toko bangunan bukan?

Tapi di dunia online, menjual ikan di toko bangunan kerap terjadi.

Salah target. Salah pasar. Niche meleset.

Contoh sederhana, banyak saya amati, marketer yang menjual rumah di grup Facebook jual beli motor.

Tak salah memang.

Siapa tahu orang yang butuh motor, juga lagi nyari rumah.

Siapa tahu?

Tapi tahukah anda untuk apa grup tertarget itu dibuat?

Selaku admin, biasanya membuat grup spesifik itu memudahkan membernya mencari kebutuhan tanpa perlu mondar mandir, scrol sana sini, membuang waktu.

Menjual properti lewat grup jual beli laptop. Cukup 100 orang yang berlaku seperti itu. Sungguh menyebalkan member lainnya. Stop. Jangan lakukan itu.

Artinya, bila anda menjual rumah, maka konsumen yang anda incar, tentu yang sesuai pasar anda. Umur 25-40 tahun, lokasi kota yang sama dengan perumahan anda, dan berafiliasi dengan salah satu grup jual beli rumah.

jual-beli-facebook

Itu sangat mudah diidentifikasi bila anda menggunakan Fb ads. Beriklan di Facebook. Ini akan saya bahas di kesempatan berikutnya. Retargeting, tembak interest, dll.

Bila tidak, cukup dengan memasuki grup yang spesifik, dengan kata kunci: jual beli rumah murah, properti dan tanah, sudah cukup bagi anda. Gunakan fitur search untuk mencarinya.

Atau bisa juga dengan membaca panduan Menulis Iklan Online.

Bila anda mau lebih gampang dan punya anggaran berlebih, bisa menggunakan tool The graph, InsightZilla, Ninja blaster, buzzbundle, dll sebagai alat perang buat penjualan rumah anda. Pilih tool yang paling sesuai target dan budget anda. Pun pilih yg ada jaminan updating-nya.

Juga tidak ada salahnya, anda mengikuti forum di kaskus dan grup di facebook.

Jangan lupa, untuk segera take action. Silakan posting iklan anda melalui link berikut. Buat semenarik mungkin, lalu sebarkan linknya ke WA, telegram atau sosial media yang anda miliki.

Deal, closing akhirnya seperti jodoh. Tuhanlah yang menentukan hasilnya. Usaha sudah kita asah.

Saya tunggu pengalaman dan kisah bahagia anda lewat kolom komentar di bawah. Mungkin ada tambahan ke 4, 5, 6…

Silakan SHARE, semoga bermanfaat bagi yang lain.